SKYLINE
R32 (1989 - 1994)



Kehadiran Skyline R32 ini dimulai dari pencetusan
“pemunculan kembali GT-R” pada Mei 1982, dan penghadiran varian GT-R melalui
generasi kedelapan Skyline ini pada 1989. Untuk versi coupe memiliki kode bodi
BNR32, sedangkan versi saloon kodenya ER32. Dari segi styling sebenarnys tidak
ada hal yang istimewa dari R32 ini. Bentuk seperti sedan awal “90-an” pada
umumnya. Dengan mata “sipit” dan kap mesin besar, plus adanya “punuk” pada
fender bagian belakang versi coupe. Namun lampu belakang dapat memberikan
identitas, jika inilah Skyline.
Untuk mesin yang ditawarkan cukup beragam. RB20DE dan RB20DET tetap disediakan. Ditambah lagi dengan hadirnya mesin RB25DE untuk varian GTS dan RB25DET untuk varian GTS-t dan top of the line RB26DETT untuk GT-R. Fitur kemudi 4-roda HICAS ditawarkan menjadi kelengkapan standar pada mayoritas model. Pada R32 ini disediakan varian M-Spec yang telah dilengkapi rem dan velg yang lebih besar, serta lapisan kulit di bagian kemudi, hand brake, dan tuas transmisi.
Untuk mesin yang ditawarkan cukup beragam. RB20DE dan RB20DET tetap disediakan. Ditambah lagi dengan hadirnya mesin RB25DE untuk varian GTS dan RB25DET untuk varian GTS-t dan top of the line RB26DETT untuk GT-R. Fitur kemudi 4-roda HICAS ditawarkan menjadi kelengkapan standar pada mayoritas model. Pada R32 ini disediakan varian M-Spec yang telah dilengkapi rem dan velg yang lebih besar, serta lapisan kulit di bagian kemudi, hand brake, dan tuas transmisi.


Skyline R32 ini cukup menjadi pusat perhatian, dikarenakan
hadirnya kembali “legenda” GT-R yang memiliki sejumlah fitur yang tergolong
canggih dan istimewa untuk ukuran saat itu. Mulai dari mesin RB26DETT
berkonfigurasi 6 silinder segaris (I-6), 2.000cc, DOHC, twin turbo, dengan
turbo keramik, yang mampu menghasilkan tenaga 280HP. Mesin ini tergolong
sebagai salah satu mesin terhebat di dekade 90-an. Fitur all-wheel drive yang
dikenal dengan ATTESA ET-S (Advanced Total Traction Engineering System of All
Electronic Torque – Split) yang merupakan sistem all-wheel drive aktif yang bekerja
secara elektronik. Saat ada roda yang kehilangan traksi, power lebih akan
diberikan kepada roda yang memiliki traksi lebih baik. Kemudian R32 GT-R ini
dilengkapi juga dengan sistem kemudi four wheel steering HICAS, yang
memungkinkan kedua roda belakang berbelok menyesuaikan dengan sudut belok kedua
roda depan. Pada R32 GT-R ini dikeluarkan pula varian terbatas yang diberi kode
N-1. N-1 mungkin berarti “Nur-1”, yang merupakan varian dengan berbagai
aksesoris penambah performa buatan “Nur”.
Kehadiran R32 GT-R di kancah balap cukup mendominasi, terutama di ajang touring car. Sampai-sampai R32 ini mendapat julukan “Godzilla”. Berbagai event touring car berhasil dikuasai, mulai dari Japan Grand Touring Championship (JGTC) sampai Australian Touring Car Championship. Bahkan di Australia, R32 GT-R mendominasi total musim kejuaraan 1991. GT-R berhasil mencatat rekor tercepat untuk balap Bathurst 1000 di tahun yang sama.
Kehadiran R32 GT-R di kancah balap cukup mendominasi, terutama di ajang touring car. Sampai-sampai R32 ini mendapat julukan “Godzilla”. Berbagai event touring car berhasil dikuasai, mulai dari Japan Grand Touring Championship (JGTC) sampai Australian Touring Car Championship. Bahkan di Australia, R32 GT-R mendominasi total musim kejuaraan 1991. GT-R berhasil mencatat rekor tercepat untuk balap Bathurst 1000 di tahun yang sama.

Dominasi GT-R tetap berlanjut
pada 1992 dan 1993, walaupun diganjal regulasi berupa penambahan bobot dan
pengurangan boost turbo. Namun dikarenakan dominasi GT-R tetap terjadi, maka
komite balap Australia memutuskan bahwa mobil turbo dan gerak empat roda
dilarang berkompetisi disana. O iya, pada R32 ini Nissan mengeluarkan varian
modifikasi Nismo (Nissan Motorsport), berlabel Nismo R32 GT-R S-Tune. Yang
menghasilkan power 394HP.


0 komentar:
Posting Komentar