Sabtu, 09 September 2017

R32

SKYLINE R32 (1989 - 1994)



Kehadiran Skyline R32 ini dimulai dari pencetusan “pemunculan kembali GT-R” pada Mei 1982, dan penghadiran varian GT-R melalui generasi kedelapan Skyline ini pada 1989. Untuk versi coupe memiliki kode bodi BNR32, sedangkan versi saloon kodenya ER32. Dari segi styling sebenarnys tidak ada hal yang istimewa dari R32 ini. Bentuk seperti sedan awal “90-an” pada umumnya. Dengan mata “sipit” dan kap mesin besar, plus adanya “punuk” pada fender bagian belakang versi coupe. Namun lampu belakang dapat memberikan identitas, jika inilah Skyline.
Untuk mesin yang ditawarkan cukup beragam. RB20DE dan RB20DET tetap disediakan. Ditambah lagi dengan hadirnya mesin RB25DE untuk varian GTS dan RB25DET untuk varian GTS-t dan top of the line RB26DETT untuk GT-R. Fitur kemudi 4-roda HICAS ditawarkan menjadi kelengkapan standar pada mayoritas model. Pada R32 ini disediakan varian M-Spec yang telah dilengkapi rem dan velg yang lebih besar, serta lapisan kulit di bagian kemudi, hand brake, dan tuas transmisi.






Skyline R32 ini cukup menjadi pusat perhatian, dikarenakan hadirnya kembali “legenda” GT-R yang memiliki sejumlah fitur yang tergolong canggih dan istimewa untuk ukuran saat itu. Mulai dari mesin RB26DETT berkonfigurasi 6 silinder segaris (I-6), 2.000cc, DOHC, twin turbo, dengan turbo keramik, yang mampu menghasilkan tenaga 280HP. Mesin ini tergolong sebagai salah satu mesin terhebat di dekade 90-an. Fitur all-wheel drive yang dikenal dengan ATTESA ET-S (Advanced Total Traction Engineering System of All Electronic Torque – Split) yang merupakan sistem all-wheel drive aktif yang bekerja secara elektronik. Saat ada roda yang kehilangan traksi, power lebih akan diberikan kepada roda yang memiliki traksi lebih baik. Kemudian R32 GT-R ini dilengkapi juga dengan sistem kemudi four wheel steering HICAS, yang memungkinkan kedua roda belakang berbelok menyesuaikan dengan sudut belok kedua roda depan. Pada R32 GT-R ini dikeluarkan pula varian terbatas yang diberi kode N-1. N-1 mungkin berarti “Nur-1”, yang merupakan varian dengan berbagai aksesoris penambah performa buatan “Nur”.
Kehadiran R32 GT-R di kancah balap cukup mendominasi, terutama di ajang touring car. Sampai-sampai R32 ini mendapat julukan “Godzilla”. Berbagai event touring car berhasil dikuasai, mulai dari Japan Grand Touring Championship (JGTC) sampai Australian Touring Car Championship. Bahkan di Australia, R32 GT-R mendominasi total musim kejuaraan 1991. GT-R berhasil mencatat rekor tercepat untuk balap Bathurst 1000 di tahun yang sama.

Hasil gambar untuk r32 bathurst gtr
Hasil gambar untuk r32 bathurst gtr

Dominasi GT-R tetap berlanjut pada 1992 dan 1993, walaupun diganjal regulasi berupa penambahan bobot dan pengurangan boost turbo. Namun dikarenakan dominasi GT-R tetap terjadi, maka komite balap Australia memutuskan bahwa mobil turbo dan gerak empat roda dilarang berkompetisi disana. O iya, pada R32 ini Nissan mengeluarkan varian modifikasi Nismo (Nissan Motorsport), berlabel Nismo R32 GT-R S-Tune. Yang menghasilkan power 394HP.


0 komentar:

Posting Komentar